Kartasura, Senin 13 September 2021. Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari dua tahun lamanya. Semua lini dalam kehidupan terdampak pandemi yang tak kunjung berlalu ini, tidak terkecuali ranah Pendidikan. Dalam bidang pendidikan peserta didik berserta tenaga kependidikan dihadapkan dengan tantangan proses pembelajaran daring. Penyerapan materi melalui pembelajaran daring tentu saja tidak bisa dilakukan 100%. Hal ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi ketika pelaksanaan pembelajaran melalui daring. Pembelajaran peserta didik dinilai paling efektif ketika dilakukan secara luring. Pertemuan sua muka secara terbatas tengah digagas untuk menjadi alternatif dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran daring.

SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK mulai hari senin, 13 September 2021 mengadakan simulasi pertemuan tatap muka terbatas. Simulasi pertemuan tatap muka tebatas ini dilaksanakan setelah pihak sekolah memperoleh izin dari dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan dari simulasi PTM di SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK dipantau langsung oleh UPT Dinas Kesehatan Kartasura beserta Tim Satgas Covid-19. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan PTM pada masa new normal menjadi poin perhatian dari tim evaluasi pelaksanaan PTM. Sebelum mengadakan simulasi PTM ini, SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK telah mempersiapkan diri. Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan.

Pantauan UPT Puskesmas Kartasura
Pantauan Tim Satgas Covid-19 Kartasura

Simulasi PTM ini diadakan selama dua minggu, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, serta pengecekan suhu sebelum memasuki ruang belajar. Jumlah peserta didik yang mengikuti simulasi ini berjumlah 50% dari jumlah seluruh siswa. Kapasitas peserta didik dalam satu kelas berkisaran 16 siswa. Pembatasan jumlah siswa dalam satu ruang ini dilakukan untuk mempermudah pengkondisian, serta siswa dapat tetap menjaga jarak.

Cuci tangan sebelum masuk lingkungan sekolah
Pengecekan suhu sebelum masuk lingkungan sekolah

Pengadaan simulasi PTM ini dimaksudkan untuk persiapan pembelajaran secara luring di tengah masa pandemi Covid-19. Memperkenalkan anak-anak dengan kondisi baru yang mau tidak mampu harus menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan normal baru yang harus segera diterapkan dalam bidang pendidikan khususnya untuk memperbaiki mutu dari pembelajaran itu sendiri. Semoga dengan simulasi PTM ini, peserta didik maupun tenaga kependidikan dapat bersiap memulai ritme baru dalam proses pembelajaran.